Angka Bukan Segalanya, Tapi ‘Pansos’ Juga Nggak Selamanya Tercela

ditulis oleh: Denesha Putri | Disunting oleh: Divya Sekar

sumber: pinterest

Dalam mengisi hari di tengah pandemi, banyak yang kerjanya bermedia sosial tanpa kenal waktu. Kamu gitu juga, Funatic? Di antara Funatic pasti ada deh yang buka media sosial hanya untuk melihat perkembangan likes dan viewers unggahan kalian, hayoo ngaku! Nggak salah sih, pada dasarnya manusia memang selalu butuh pengakuan semacam ‘likes’ untuk memenuhi kebutuhan sosialnya. Namun, hal itu justru membuat banyak orang seringkali menjadi social climber atau yang lazim kita dengar dengan kata Pansos. Belakangan ini, kayaknya lagi marak deh kasus-kasus Pansos. Mulai dari kasus Ferdian Paleka, Indira Kalistha, sampai Sarah Keihl kemarin. Duh, kok bisa-bisanya ya mereka ingin meninggikan citra diri dengan merendahkan harga diri?

Nih ya, Funatic, menurut Halodoc.com, para social climber itu ingin mendapat pengakuan dari lingkungan sosialnya agar statusnya meningkat (Pansos). Buruknya, hubungan sosial yang mereka jalani gak lebih dari sekedar mencari popularitas dan status. Waw! Bisa jadi ini yang menyebabkan banyak orang menghalalkan segala cara untuk mempercantik citra diri sekarang ini. Melalui unggahannya yang masif dan terkadang bombastis, mereka berharap mendapat perhatian dan…UUD juga sih, Ujung-Ujungnya Duit.

Melansir dari PsychologyToday.com, perilaku panjat sosial muncul karena kurangnya rasa percaya diri pada seseorang, sehingga sering membandingkan dirinya dengan orang lain. Yup! Ini nih kenapa self-love menjadi penting biar gak suka irian sama orang lain! Tapi, gak selamanya panjat sosial itu negatif lho! Basically, manusia itu narsis dan berupaya Pansos supaya bisa beradaptasi dengan lingkungannya. Namun, hal itu menjadi kurang tepat kalau dilakukan dengan cara yang buruk. That’s why, penting banget untuk menyadari bahwa ‘angka’ bukan segalanya dan banyak cara baik untuk beken, Funatic.

Ada juga kok gerakan Pansos yang mengundang positivity, seperti menjadi relawan yang turun ke jalan untuk menyumbangkan makanan, mengunggah tulisan inspiratif dan motivasional, sampai menunjukkan potensi diri semacam menggambar atau design, hingga menggalang dana dengan membuat konser online untuk relawan Covid-19. Kalau seperti itu bentuk Pansosnya, bakalan minim perundungan di media sosial karena energi positif yang kalian sebarkan. Bukan hanya itu, Funatic, unggahan Pansos kaya gini justru meningkatkan popularitas kalian sekalian menyebarkan energi positif kepada teman-teman lainnya. 


Overall, setiap hal pasti ada baik dan buruknya, tapi semua tergantung kita mau lihat dari kacamata mana. Begitu juga dengan Pansos, wajar kok kalau kalian ingin terlihat hebat atau keren di dunia maya. Tapi, jangan sampai ekspektasi mengenai status sosial, mengalahkan jati diri kalian! Ingat untuk selalu menjadi diri sendiri dan jangan hiraukan ‘angka’ yang kalian dapatkan dalam setiap unggahan ya, Funatic. It’s not about your social status or how powerful you feel you are, but it’s your kindness, respect, and how you treat others as a human being that will remain. See you next week, only on 1078funradio.com, Funatic!

    Leave Your Comment Here