Body Positivity : Menerima dan Mencintai Keadaan Fisikmu

ditulis oleh: Esra J Ompusunggu | disunting oleh: Annindya Azmah

Terkadang pertemuan dengan teman lama atau keluarga selain diwarnai dengan basa basi mengenai jodoh, perkuliahaan atau pekerjaan juga diwarnai dengan perbincangan mengenai fisik.  “Wahh uda besar yaa sekarang, kok makin gendutan ya?” “Ih lu terlalu kurus deh, kelihatan ga seger” “Kok lu hiteman sih” “Kok bisa jerawatan sekarang ?” Lagi lagi ngomongin fisik, basa basi yang tadinya bertujuan untuk ngebangun suasana, tanpa disadari telah menyinggung perasaan seseorang. Karena ga semua orang bisa menanggapi ini dengan santai.

Keadaan fisik menjadi objek yang sering diperhatikan dan dievaluasi orang lain. “Orang cantik itu harus putih, mulus, langsing, orang ganteng itu harus tinggi, bertubuh atletis”. Standar ini seolah olah sudah diilhami kebanyakan orang. Iklan iklan pemutih dan pelangsing tubuh, pelurus rambut, dan image kecantikan maupun ketampanan yang disajikan dalam media massa maupun media sosial seolah olah menstimulus kita bahwa ya memang begitulah standar orang dikatakan cantik ataupun tampan.

sumber: Pinterest

Respon respon kurang menyenangkan dari orang lain terhadap keadaan fisik, terkadang juga membuat kita merasa insecure akan kondisi fisik kita. Hingga akhirnya kita terlalu sibuk memperhatikan kekurangan yang ada pada tubuh. Hal ini dapat membuat kita merasa tidak puas dengan keadaan tubuh dan bisa menyebabkan munculnya obsesi untuk menjadi seperti orang lain yang dianggap ideal.

Rasa insecure, rasa tidak puas, dan obsesi yang berlebihan dapat memberikan pengaruh negatif bagi kesehatan mental kita. Oleh karena itu, cobalah untuk menerima, dan membangun kepercayaan diri akan keadaan tubuh kita. Inilah tujuan yang ingin dicapai body positivity, dimana kita mampu menerima dan mencintai keadaan tubuh kita.

sumber: Pinterest

Body positivity mengajak kita untuk fokus akan hal baik pada diri kita. Menghargai tubuh karena tubuhlah yang membawa kita bisa melakukan semua aktivitas. Menjaga tubuh agar tetap sehat sebagai upaya untuk menghargai tubuh bukan untuk memenuhi standar kecantikan atau ketampanan yang terbentuk di tengah masyarakat. Tak lupa juga untuk selalu berupaya mengembangkan potensi diri secara optimal.

Kelayakan seseorang tidak semata mata diukur dari berat badan, bentuk tubuh, maupun warna kulit. Standar yang berkembang tidak memunculkan perbedaan hak antara mereka yang memenuhi standar atau mereka yang tidak memenuhi standar. Bagaimanapun keadaan fisikmu, Funatic tetap memiliki kebebasan untuk berkarya, dan menggapai semua mimpimu.

Ayo jangan terlalu sibuk memperhatikan orang lain dan membandingkan keadaan fisik kita dengan keadaan fisiknya. Lihatlah diri kita, pasti ada sesuatu yang membuat kita berbeda dan yang menjadikan kita unik.

    Leave Your Comment Here