Indonesia Terserah, Sekarang Virus Menyebar Lebih Mudah

ilustrasi dari Kumparan

ditulis oleh: Daffa Hakim | disunting oleh: Annindya Azmah

Awal Januari 2020, Funatic pasti gak nyangka akan rencana-rencana yang sedang disusun dan semua janji yang sudah terhimpun gagal seketika, sehingga terpaksa ngebuat kebanyakan dari kita harus nikmatin masa-masa di rumah selama pandemi.  

Menteri Kesehatan, Terawan Agus Putranto tepat pada kasus Covid-19 pertama di Indonesia 2 Maret 2020 lalu menyatakan bahwa Covid-19 adalah virus yang tidak berbahaya, angka kematiannya hanya 2%, virus ini seperti flu biasanya. Menurut beliau, kita cukup tenang dan berdoa saja. Yaa… senggaknya beliau sempat membuat warga Indonesia percaya dan tidak panik. Pada saat itu kita masih percaya data kalau baru 2 orang saja yang terjangkit Covid-19 di Indonesia. Mulai saat itu kasus meningkat dan terus meningkat hingga seperti sekarang tanpa bisa diprediksi sampai kapan.

PSBB katanya, Pembatasan Sosial Berskala Besar, entah kenapa gak mau disebut lockdown. PSBB menimbulkan ambiguitas, sebab pembatasan ini bukan Lockdown bukan juga karantina yang berarti PSBB ini membuat masyarakat masih bisa melakukan aktivitas di luar namun dibatasi.

Terlalu banyak hal yang membuat masyarakat bingung dengan kebijakan pemerintah pada masa pandemi ini. Penggunaan masker yang awalnya hanya untuk orang yang sakit sekarang seluruh masyarakat yang berkegiatan di luar harus memakai masker. Kebijakan larangan mudik yang pada awalnya dilarang tapi sekarang akses transportasi seperti bus travel, kereta, pesawat masih dibuka dengan syarat.

Konsistensi pemerintah sangat dipertanyakan sehingga akhir akhir ini beredar mengenai isu Herd Immunity akan diterapkan di Indonesia, Dikutip dalam Euronews, herd immunity adalah konsep dalam epidemiologi yang menggambarkan bagaimana orang secara kolektif dapat mencegah infeksi jika beberapa persen populasi memiliki kekebalan terhadap suatu penyakit.

Bagaimana masyarakat tidak percaya isu tersebut, melihat pemerintah sudah menetapkan kapan sekolah akan Kembali beraktivitas, Mall akan Kembali dibuka dengan alasan “masyarakat  butuh baju baru”. Parahnya lagi pemerintah mengubah metode pelaporan ODP-PDP Covid-19 dimulai dari 18/05/2020 tidak lagi diinformasikan berapa orang yang positif dan berapa orang yang meninggal karena Covid-19.

Bukan hanya pemerintah, warga masyarakat Indonesia juga harus saling menjaga untuk menahan tidak keluar rumah, mall dibuka bukan berarti kita harus berbondong bondong datang mencari baju lebaran tanpa melihat peraturan, bukan hanya menambah koleksi baju di lemari tetapi juga memperparah kondisi.

Untuk apa kita yang sudah selama kurang lebih 2 bulan ini patuh untuk beraktivitas di rumah, kalau ujung ujungnya ketika keadaan masih parah peraturan malah diubah melonggarkan aktivitas di luar rumah semakin bertambah sehingga membantu virus menyebar lebih mudah. Bagaimana perasaan tenaga medis yang telah berjuang tanpa kenal lelah?

Indonesia terserahlah!

    Leave Your Comment Here