Jangan Takut Hadapi Catcall di Jatinangor!

ditulis oleh: Denesha Putri | disunting oleh: Divya Sekar

ilustrasi catcall dari Whiteboard Journal, Sanch IA. H

Halo Funatic! Setelah sekian lama #dirumahaja, sudah rindu Jatinangor belum nih? Suasana kuliah dan hiruk pikuk Jatinangor yang selalu ramai dilalui truk-truk besar memang menjadi keunikan Jatinangor tersendiri. Kalau dilihat dari update media sosial belakangan ini, tampaknya banyak nih yang kangen Nangor. Kamu salah satunya, Funatic? Bicara soal Jatinangor yang kecil dan padat, gak jarang mahasiswa lebih memilih berjalan kaki ketimbang membawa kendaraan pribadi. Selain lebih hemat, walaupun sedikit kepanasan, kita juga jadi lebih sehat, setuju gak Funatic

Tapi nih, berjalan kaki di sekitar Jatinangor gak jarang mengundang pengalaman buruk bagi sebagian perempuan lho! Lula, salah satu mahasiswa Fikom Unpad mengaku pernah beberapa kali mengalami catcalling oleh pria di sekitar Gerlam saat hendak pulang ke kosan. Selain Lula, ada juga pengalaman serupa yang terjadi pada Langgam. Ia menuturkan, “Pernah, tapi gak selalu sama abang-abang gitu. Bahkan pernah beberapa kali anak Unpad sendiri yang ngeliatin aku seakan-akan mau catcalling gitu.”

Duh, mengalami pelecehan seksual verbal memang pengalaman yang sangat tidak menyenangkan, ya, Funatic. Selain Lula dan Langgam, beberapa narasumber yang penulis wawancarai mengaku merasa takut dan risih jika mengingat kembali pengalaman mereka di situasi tersebut. Siapa juga sih yang mau mengalami catcalling? Sepertinya gak ada ya, Funatic. Tindakan ini adalah bentuk pelecehan di mana korban seringkali tidak sadar, lho! Jadi, kalau kamu merasa terintimidasi oleh catcallers ketika di tempat umum, jangan ragu untuk melapor kepada pihak yang berwenang ya, Funatic.

Pas banget nih, Funatic, bertepatan dengan Hari Kartini (21/04) yang didedikasikan untuk pergerakan dan emansipasi perempuan Indonesia, penulis akan memberikan beberapa tips ringan untuk menghadapi catcalling di tempat umum:

  1. Terus jalan dan tak usah hiraukan. Tidak apa-apa jika Funatic merasa takut dan kesal, yang terpenting pastikan Funatic dalam keadaan aman, ya!
  2. Sesekali (atau kapanpun Funatic mau), tatap mata mereka dengan tegas dan tunjukkan kalau kamu tidak suka dengan perlakuan mereka.
  3. Jika memungkinkan, hindari melewati gerombolan laki-laki di pinggir jalan. Catcalling lebih rawan terjadi saat pelaku sedang berkerumun.
  4. Ingat bahwa catcalling was and is never your fault! Catcalling dilakukan secara sadar oleh pelaku terhadap siapapun korbannya. Alasan “sekedar iseng” atau “bercanda” tetap tidak akan mengubah makna catcalling sebagai salah satu bentuk pelecehan verbal.

Setiap orang berhak untuk memiliki rasa aman dan nyaman, dimanapun dan kapanpun, termasuk Funatic saat beraktivitas di Jatinangor. Dengan keberanian dan beberapa tips di atas, semoga Funatic bisa lebih tenang saat menghadapi catcalling. Seperti yang pernah dituliskan R.A Kartini dalam salah satu suratnya, “Hormati segala yang hidup, hak-haknya, perasaannya.” Tetap semangat dan selalu jaga kesehatan ya, Funatic! Nantikan terus berita kami setiap Selasa, hanya di 1078funradio.com. Selamat Hari Kartini, Funatic!

    Leave Your Comment Here