Menggunakan Jas Almet Mirip Unpad, Film KKN di Desa Penari Segera Tayang Minggu Depan

Ditulis oleh: Denesha Putri | Disunting oleh: Divya Sekar

Beberapa waktu lalu, jagat maya dibuat gempar oleh kisah KKN di Desa Penari. Bagi para Funatic yang suka baca thread di Twitter, pasti gak asing lagi dengan cerita viral yang satu ini. Berangkat dari tuntutan pengabdian kepada masyarakat melalui program KKN (Kuliah Kerja Nyata), kisah viral di Twitter ini akhirnya difilmkan. Sebuah kabar gembira bagi Funatic yang gemar menonton film horror, film ini akan tayang pada 19 Maret 2020 mendatang.

Menurut sang penulis, cerita ini diambil dari sebuah kisah nyata sekelompok mahasiswa yang tengah melakukan program KKN di Desa Penari. Namun, perjalanan mereka tak berjalan mulus. Serentetan pengalaman horror pun menghantui mereka hingga program KKN tersebut berakhir tragis. Banyak yang percaya bahwa cerita tersebut benar-benar nyata. Namun, tak jarang pula yang menganggap kisah itu karangan semata. Menurut Funatic, gimana?

Para mahasiswa tingkat akhir yang akan menjalankan program KKN ini dibuat merinding dengan kisah viral di Desa Penari. Sedikit mahasiswa yang mengatakan sempat takut karena cerita horror tersebut. KKN yang menjadi tantangan bagi para mahasiswa biasanya berlangsung antara satu sampai dua bulan dan bertempat di daerah setingkat desa. Cukup lama ya, Funatic?

sumber foto: instagram @kknmovie

Terlebih lagi, film KKN di Desa Penari ini sangat kental dengan budaya Jawa kedaerahan. Para pemain juga dituntut untuk menggunakan bahasa dan logat Jawa dalam memerankan tokoh dalam film ini. Film ini mengambil lokasi di pedalaman hutan Yogyakarta dan dibuat semirip mungkin dengan cerita aslinya. Hal lain yang buat merinding adalah jas almamater yang digunakan dalam film tersebut mirip dengan almamater Unpad! Bikin deg-degan ya, Funatic?

Kisah KKN tiap mahasiswa memang beragam. Salah satu kisah mahasiswa Fikom Unpad 2016, Dila Afriani, mengatakan bahwa kisah viral tersebut membuatnya sempat takut untuk menjalani KKN. Kabar horror juga datang kepadanya bahwa di belakang rumah singgah KKN-nya ada yang gantung diri! Untungnya, kabar tersebut Dila dapatkan setelah KKN usai, sehingga ia cukup tenang saat menjalani program tersebut.

Lain halnya dengan Ovie Suliawati dari prodi TVF, “Gak ada nuansa horror sih, karena satu rumah ramai ber-20 orang, jadinya gak serem.” Ucapnya. Beberapa mahasiswa pun berharap bisa memilih desa untuk program KKN. Tentunya, mereka mengharapkan desa yang terjangkau jaraknya juga gak seram! Dengan adanya kisah viral di Desa Penari yang akan tayang dalam waktu dekat, tampaknya cukup mengundang rasa penasaran karena sangat related dengan program yang dijalani mahasiswa.

Sayangnya, film KKN di Desa Penari tak masuk dalam nominasi PARFI Awards 2020 lantaran belum tayang. Bertepatan dengan hari Persatuan Artis Film Indonesia (PARFI), hari ini (10/03) diselenggarakan ajang apresiasi mahakarya film inspiratif berbasis budaya Indonesia. Pada acara tersebut, akan diberikan 36 penghargaan kepada aktor/aktris film, sutradara, film terbaik serta lifetime achievement.

Kalau Funatic, gimana nih cerita KKN-nya? Bagi para Funatic yang belum melaksanakan program KKN, tetap semangat menjalani tuntutan KKN nanti yaa! Jangan lupa tonton film KKN di Desa Penari pekan depan di bioskop kesayangan kamu ya, Funatic!

    Leave Your Comment Here