PEOPLE PLEASER : Menyenangkan Orang Lain Secara Berlebihan

ditulis oleh: Esra J Ompusunggu | disunting oleh: Annindya Azmah

Pernah ga sih Funatic sulit mengatakan tidak untuk permintaan atau ajakan orang lain ?? Padahal  permintaan itu membuat kita ga nyaman, tapi karena ada perasaan “ngga enakan” atau gamau buat orang lain kecewa, kita malah mengiyakan permintaan tersebut. Hmm… kalau terlalu sering seperti itu kamu bisa menjadi seorang people pleaser loh….

Tujuan seorang people pleaser baik sih ingin menyenangkan orang lain, tetapi dengan melakukan apapun untuknya agar orang tersebut tidak kecewa. Dalam upaya menyenangkan orang lain, seorang people pleaser selalu membiarkan ruang kontribusi hanya diisi oleh dirinya, kalau terus menerus seperti itu akan membuka peluang bagi mereka yang ingin memanfaatkannya. Padahal bersinergi itu lebih baik loh, sama sama berusaha untuk mewujudkan kepentingaan bersama.

Bagi seorang people pleaser, menyenangkan orang lain merupakan upaya untuk mendapatkan pengakuan bahwa ia layak dicintai, sehingga ia selalu menaruh kepentingan orang lain diatas kepentingannya dan mengikuti pilihan orang lain. Selalu mengalah, mengesampingkan apa yang ia inginkan dan rasakan agar tidak mengecewakan orang lain. Oleh karena itu, ia cenderung tidak percaya diri akan pilihannya sendiri.

sumber: thecooperreview.com

Kata “Ya” tuh kaya mantra ajaib deh bagi seorang people pleaser, karena sulitnya mengatakan tidak akan permintaan orang lain dan takut menyakiti perasaan mereka. Ujung ujungnya terpaksa melakukan apa yang tidak ingin dilakukan. Padahal tidak ada salahnya kita mengatakan “tidak” akan ajakan maupun permintaan orang lain. Namun, selalu disertai dengan alasan yang jelas yaa. Kalau seperti itu orang orang mungkin akan lebih mengerti keadaan kita dan menerima penolakan kita dengan lapang dada. ­

Jika ada ruang bagi kita untuk menyatakan pendapat, nyatakanlah. Kalau terus terusan memendam perasaan dan pendapat kita, ujung ujungnya makan hati deh kan ga baik juga buat kesehatan mental. Jangan terus menerus mengikuti pendapat orang lain. Pilah pilah juga setiap pendapat orang lain terhadap kita, jangan semua ditampung dan dilakukan seakan akan kita hidup sesuai keinginan orang lain. Kita berhak memilih apa yang membuat kita bahagia karena hanya kita yang tahu apa yang membuat kita bahagia.

Menyenangkan orang lain memang perlu Funatic, tapi kita juga harus rasional dan tahu batasannya. Jangan sampai kita lupa memperhatikan diri sendiri karena terlalu asik menyenangkan orang lain.

    Leave Your Comment Here