Quarter Life Crisis: Problematika Anak Muda Menuju Kedewasaan

Ditulis oleh: Velycia Debora | Disunting oleh: Esra Julianti O

Hai Funatic! Gimana nih minggu ketiga kuliahnya? Tugas-tugasnya udah mulai banyak nggak? Semoga kuliahnya berjalan lancar ya dan tetap semangat sampai akhir tahun ini! 

Funatic pernah merasa bimbang soal masa depan ga? Atau sering merasa nggak percaya sama diri sendiri dan jadinya overthinking ? Nah, kalau Funatic sering atau pernah mengalami hal seperti itu, bisa jadi itu tanda kalau kamu sedang mengalami quarter life crisis. Eits, tapi jangan takut dulu karena kamu nggak sendiri kok! Fase quarter life crisis merupakan krisis emosional yang dialami seseorang ketika memasuki usia 20-30 tahun. Di fase ini biasanya kita selalu merasa cemas akan kehidupan, bahkan ada yang sampai kehilangan jati dirinya.

Source: Google

Kenapa sih bisa terjadi quarter life crisis ini?” Menurut survei yang dilakukan oleh The Guardian, terdapat 86% dari 1.100 anak millennial yang merasa tertekan dengan kata ‘Sukses’ yang harus dicapai di usia 30 tahun nanti.

Quarter life crisis ini memang akan selalu dialami oleh Funatic ketika sudah beranjak dewasa sebab akan ada banyak hal yang memaksa kita untuk memilih, dan karena itulah mengapa perbedaan usia bisa menjadi penyebab quarter life crisis. Tak hanya usia, media sosial juga bisa menjadi salah satu pemicunya, loh! Rasa gagal yang kita alami biasanya muncul karena terlalu sering melihat orang lain dan berpengaruh pada menurunnya self-esteem

Memang tidak mudah untuk bisa keluar dari krisis ini tetapi jika terlalu lama berdiam juga akan memperburuk keadaan kita, Funatic. ‘‘Terus gimana cara keluarnya?’’ Berikut beberapa tips yang bisa Funatic lakukan!

  1. Be patient!

Source: Google

Percaya nggak sih kalau semuanya itu sudah diatur sehingga kamu cukup sabar aja untuk menunggu waktu yang tepat. Tapi nggak cuma sabar aja, Funatic juga harus selalu improve skill agar bisa menjadi lebih baik, versi diri kamu sendiri. 

Perubahan karena bertambahnya usia itu hal yang lumrah loh dan itu membuat kamu memiliki gambaran bagaimana kedepannya. Galau dan bingung itu wajar kok, Funatic hanya perlu belajar untuk sabar and trust the process. Yuk latihan untuk sabar dengan prosesnya, Funatic

2. Stop comparing yourself to others

Source: Google

Buat Funatic yang masih suka berpikir “kok dia lebih sukses ya dari aku”,”‘kok aku masih gini aja ya”, lebih baik berhenti deh. Seperti peribahasa, rumput tetangga memang lebih keliatan hijau dari rumput sendiri. Daripada buang waktu membandingkan dirimu dengan orang lain, Funatic lebih baik fokus pada tujuanmu sendiri.

3. Step out of your comfort zone

Source: Google

Ketika kamu sudah masuk dalam fase ini, terkadang akan ada rasa depresi dan anxiety yang muncul terus menerus. Salah satu kunci untuk menghilangkannya, yaitu keluar dari zona nyaman dan cobain hal-hal baru. Funatic bisa memulai dengan membuat goals baru supaya kamu bisa termotivasi nantinya, tapi ingat harus tetap realistis ya!

Memang untuk bisa keluar dari quarter life crisis ini nggak bisa dibilang mudah, tapi jika kamu mengenal dirimu dengan baik, hal ini akan terasa lebih mudah. Kedewasaan bukan tentang pertambahan usia, melainkan dari pengalaman. Kalau Funatic bisa yakin dengan diri sendiri dan menikmati semua prosesnya pasti bisa menghadapi fase krisis ini.

    Leave Your Comment Here