Remaja, Jangan Malu Untuk Curhat!

ditulis oleh: Annisa Rizkia A | disunting oleh: Annindya Azmah

Funatic pasti tahu dong kalau manusia itu adalah makhluk sosial. Lagi social distancing gini pasti gemes dong di rumah terus, rasanya ingin main bertemu dengan teman-teman. Itulah yang menjadi bukti bahwa manusia adalah makhluk sosial. Sebagai makhluk sosial, manusia tentu saja memerlukan orang lain dalam hidupnya, seperti keluarga, teman, guru, kolega, dan sebagainya. Contohnya jika seseorang sedang sakit, mereka memeriksakan kesehatan mereka dan harus berinteraksi dengan penyuluh kesehatan atau dokter. Itulah yang menjadi bukti bahwa manusia membutuhkan manusia yang lain, termasuk untuk membicarakan masalah yang ia dapatkan.

source: Pixabay.com

Pentingnya Membicarakan Masalah

Dalam kehidupan, manusia seringkali tertimpa masalah. Masalah tersebut bisa datang dari hubungan pertemanan, percintaan, bahkan pekerjaan. Masalah dan manusia seakan berjalanan beriringan, hilang satu tumbuh seribu sis.  

Bagi seorang manusia, penting untuk selalu mengkomunikasikan apa yang menjadi beban dalam kehidupan. Dilansir dari Alodokter, jika seorang manusia terus menerus menanggung beban masalah sendirian dan tidak berbagi ke manusia yang lain, ia berisiko mengalami stres (tekanan batin) yang jika terjadi dalam jangka panjang dapat menyebabkan depresi. 

Meski jarang disadari, efek dari bercerita soal masalah ke orang terdekat sangat besar kepada manusia, lho! Curhat dapat membuat perasaan menjadi lega, mendapat perspektif baru dari orang yang dicurhati, dan yang paling penting membagi beban agar semuanya tidak terasa dipikul sendiri.

Jangan Dipendam!

Menurut hasil wawancara dengan Psikolog Klinis Anak dan Remaja, Anggit Sukmawati M.Psi. Psikolog, terdapat efek psikologis yang sebenarnya dirasakan oleh seseorang, termasuk remaja, yang memendam masalah mereka sendiri. “Secara kognitif, dengan memilih untuk menceritakan masalahnya, seorang remaja bisa mengidentifikasi kondisi yang sedang dialami. Setidaknya (remaja) bisa menganalisis sederhana kira-kira latar belakang apa yang menjadi sumber masalahnya. Berbeda jika ia memilih untuk menyimpan masalahnya sendiri. Masalahnya kemungkinan akan berputar-putar di kepalanya sendiri tanpa di strukturkan sebetulnya ini masalah apa,” ujar Anggit.

Selain itu, terdapat dampak jangka panjang yang cukup berbahaya jika seseorang memilih untuk tidak menceritakan masalahnya, tetapi ia juga tidak dapat menemukan jalan keluar atas masalah tersebut. Menurut Anggit, jika dilihat dari sisi emosi, hal tersebut malah akan menjadi trigger atau pemicu tertentu ketika masalah yang sama datang kembali dan sewaktu-waktu dapat “meledak” tanpa disadari. Hmm, perlu dicatat nih Funatic!

“Oleh karena itu, mereka harus dibantu untuk mengidentifikasi masalahnya terlebih dulu. Apakah masalahnya termasuk masalah ringan yang bisa diselesaikan sendiri atau masalah berat yang membutuhkan tenaga profesional. Bisa dilihat dari perubahan emosi dan perubahan prilakunya,” tambah Anggit.

Untuk membantu seseorang yang sedang memiliki masalah, orang-orang terdekatnya dapat menjadi teman berbagi dan berdiskusi yang baik. Bagaimana caranya? Menurut Anggit, orang-orang terdekat mereka harus bersedia untuk mendengarkan tanpa memberikan judgement atau komentar terlebih dulu. Sebab, inilah yang kadang-kadang tidak didapatkan seseorang, terutama remaja, dari lingkungan terdekatnya. Dengan menjadi pendengar yang baik, orang-orang terdekat mereka lantas bisa menjadi social support mereka. Jadi, jangan rese ya kalau lagi dicurhatin sahabat!

Namun, bila tidak memungkinkan bercerita dengan orang-orang terdekat dan memerlukan konsultasi ataupun curhat dengan pihak ketiga, Anggit merasa bahwa metode curhat online dapat menjadi alternatif yang sangat tepat bagi remaja, meskipun tetap ada beberapa hal yang harus diperhatikan. Jika Funatic mau melakukan konsultasi atau curhat dengan lembaga tertentu, jangan lupa untuk mencari tahu latar belakang lembaga tersebut dan pastikan sesuai dengan kemauanmu, ya!

Konsultasikan Dengan Ahlinya

Buat kamu yang masih merasa ragu untuk menceritakan permasalahan kamu dengan teman, keluarga, atau pasangan, jangan pusing karena Fun Radio sudah merangkum tiga portal curhat online yang bisa kamu pilih! Tiga portal itu ialah

Ibunda.id

Ibunda.idadalah platform konsultasi dengan psikolog yang dapat kamu lakukan secara online maupun offline. Terdapat beberapa paket konsultasi berbayar yang dapat kamu pilih, dan kamu juga dapat memilih kompetensi psikolog yang akan kamu temui. So, jangan takut bila kamu ingin curhat ya, karena psikolog di Ibunda.id ini telah tersertifikasi dan pastinya berkompeten, Funatic

Sobatmu.com

Sobatmu.com adalah platform curhat yang berbasis website yang dapat diakses secara gratis melalui website www.sobatmu.com atau kamu bisa juga mengintip Instagram mereka di @sobatmudotcom. Sobatmu memiliki layanan curhat dan konsultasi secara gratis untuk semua orang. Sobatmu sendiri merupakan singkatan dari Sahabat Obrol Atasi Masalahmu, yang menunjukkan bahwa kamu dapat bercerita dengan tim Sobatmu kapan dan tentang apa saja nih. Jadi, kalau tiba-tiba kamu diputusin pacar, langsung kontak Sobatmu aja ya! *ups!!!

Yuksharing.id

Yuksharing.id adalah platform curhat yang merupakan bagian dari lembaga sehatmental.id. Kamu dapat curhat dengan yuksharing.id melalui Line@ official yang dipegang oleh tim peer-conselors mereka. Yuksharing juga kerap membagikan artikel-artikel yang berhubungan dengan remaja, seperti toxic relationship, dan sebagainya.

Nah itu dia Funatic fakta-fakta mengapa curhat sangat penting untuk manusia, termasuk bagi remaja. Meski terdengar remeh, curhat ternyata memiliki berbagai macam manfaat yang bisa membuat mental kita semakin sehat. Kalau ingin bercerita, segera hubungi kerabat dekatmu atau gunakan rekomendasi platform curhat di atas ya! Ingat, jangan memendam masalahmu sendiri ya, karena dengan berbagi semuanya akan terasa lebih ringan!

    Leave Your Comment Here