self-love, seberapa penting sih?

ditulis oleh: Salwa Dita | Disunting oleh: Anggita Olivia

source: Pinterest

Hayo ngaku, siapa di sini yang masih suka merasa dirinya gak berharga, kurang baik, atau masih terjebak kenangan buruk di masa lalu? Wajar kalau merasa diri kita kurang baik, tapi yang gak wajar itu pas kita berlarut dalam kesedihan ini, dan gak segera bangkit.  “Kan gak gampang nder,” katanya. Emang sih rasanya sulit, tapi percaya deh, pasti ada cahaya di ujung terowongan gelap, kalau kamu mau mencarinya. 

Salah seorang teman penulis bercerita, kalau dia sering banget merasa dirinya not enough. Satu penyebabnya adalah kehidupan percintaannya yang gagal. Apalagi, hubungan terakhirnya yang kandas karena keduanya belum bisa sayang sama diri sendiri. Niat awal mereka buat saling memperbaiki satu sama lain, tapi malah berakhir menyakiti satu sama lain. Duh, sayang banget kan? Dari kandasnya hubungan mereka, dia jadi belajar bahwa yang bisa membantu buat menyayangi diri (self-love) adalah diri kita sendiri. Lagipula, (dear teman penulis kalo baca ini) kandasnya sebuah hubungan pasti ada kontribusi keduanya kok. Jadi gak sepenuhnya salah kamu, beb!

source: Pinterest

Secara psikologis, self-love adalah kondisi dimana kamu mampu mengapresiasi diri, menerima kekurangan dan kelebihan diri, dan memiliki rasa sayang yang cukup untuk diri sendiri. Gak cuma itu, self-love juga merupakan bentuk penerimaan diri fisik, mental, atau apapun yang melekat pada diri kamu. Karena setiap orang punya keunikannya masing-masing, jadi gak perlu bandingin diri dengan orang lain. Jadi kalo Funatic belum melalukan hal-hal tersebut, berarti Funatic belum sayang sama diri sendiri. Karena tanpa kita sadari, lack of self-love itu membawa  pengaruh besar ke kehidupan kita. 

Kalo kata Kunto Aji, “Yang sebaiknya kau jaga, adalah dirimu sendiri~” dalam lagunya yang berjudul Sulung. Bener banget loh kata penyanyi yang sering disapa Mas Kun ini. Seringkali kita lupa buat mencintai diri sendiri setelah mencintai orang lain. Emang apa sih pengaruhnya kalo kita gak sayang sama diri sendiri? Salah satu dampaknya adalah kita cenderung buat nyalahin diri sendiri saat mengalami kegagalan, ketimbang untuk mencari solusi supaya hal itu gak terulang lagi. Satu hal yang harus selalu Funatic ingat, gak semua hal bisa dikontrol sesuai keinginan kita. Kegagalan itu gak terjadi tanpa alasan. Tapi karena kegagalan, kamu jadi belajar banyak hal. 

Mungkin Funatic juga sering dengar kalo kita harus sayang diri sendiri sebelum sayang sama orang lain. Kalo kalian can’t relate, analoginya gini, kalau gelas kita kosong gimana mau kasih air ke orang lain? Ingat ya, bukan jadi tanggung jawab pacar atau sahabat kamu buat mengisi gelasnya. Menyayangi diri sendiri udah jadi tanggung jawab masing-masing orang ya, Funatic!Jadi buat Funatic yang masih dalam proses self-love, semangat ya! You are worth it. Jangan lupa juga untuk berdamai dengan masa lalu, mungkin kamu butuh itu. Tenangkan hati, semua ini bukan salahmu~

    Leave Your Comment Here