Tips Menjaga Persatuan di Tengah Perbedaan

Ditulis Oleh: Esra Julianti, Disunting Oleh: Mahdika A

Setuju tidak Funatic, ketika memasuki perkuliahan kita akan bertemu banyak teman baru yang berasal dari berbagai daerah. Banyak logat baru yang begitu asing terdengar di telinga, atau daerah asal mereka yang belum pernah kita dengar. Hal itu kerap terjadi, mengingat Indonesia yang memiliki lebih dari 17.000 pulau, yang masing masingnya memiliki suku dan budaya sendiri. 

BEM KEMA Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) Universitas Padjadjaran mengadakan Equilibrium Festival yang merupakan puncak dari acara Edufest (9/11), dan ditutup dengan music festival (23/11) yang menghadirkan RAN, Ramengvrl, The Panturas, Sal Priadi dan band band lokal lainnya sebagai bintang tamu. Equilibrium Festival ini merupakan festival perdana. Melalui festival ini diharapkan mahasiswa FEB mampu menciptakan mahakarya yang bermanfaat dan bisa dinikmati khalayak banyak. Adistira selaku Project Officer Equilibrium Festival berharap acara ini dapat terus diselenggarakan di tahun tahun berikutnya.

Equilibrium Festival ini mengusung tema Unity In Diversity atau dalam bahasa Jawa Kuno “Bhineka Tunggal Ika” yang merupakan semboyan nasional resmi Indonesia. Melalui tema ini BEM KEMA FEB Unpad ingin menjelaskan walaupun masyarakat Indonesia terdiri dari beragam latar belakang budaya tetapi tetap satu, Indonesia.

Dari kecil, Funatic diajarkan mengenai keberagaman yang ada di Indonesia. Funatic diajarkan bagaimana menyikapi perbedaan yang ada secara positif, dengan menumbuhkan sikap toleransi dan empati. Namun terkadang, kita mengabaikan hal yang pernah diajarkan tersebut. Alhasil sikap intoleransi mulai menguasai.

Bagi sebagian kita, lelucon mengenai logat berbicara, kebiasaan daerah tertentu, maupun keadaan fisik menjadi sesuatu yang lucu untuk ditertawakan. Misalnya, “Mata sipit !!”, “Warna kulitmu gelap seperti…”, “Dasar ndeso”, maupun menirukan logat berbicara, padahal bermaksud bercanda saja, tanpa disadari dapat menyinggung perasaan orang lain. Itu adalah salah satu kebiasaan yang tanpa disadari membuat rasa toleransi kita lama-kelamaan semakin memudar. 

Toleransi yang berubah menjadi intoleransi, akan membuat perbedaan yang tadinya merupakan kekayaan bagi Indonesia berubah menjadi permasalahan yang dapat menimbulkan perpecahan. Hal ini tak boleh dibiarkan terjadi, untuk itu ada beberapa tips yang bisa Funatic lakukan untuk menjaga persatuan di tengah perbedaan.

  • Memahami Perbedaan

Dalam dunia perkuliahan, Funatic pasti akan berteman dengan banyak orang dari berbagai daerah. bergaul dengan banyak teman akan membuat funatic belajar berbagai sudut pandang kebudayaan, sehingga dapat memahami satu sama lain.

  • Jangan Egois

Tidak semua orang didunia ini sama, kita berasal dari berbagai latar belakang budaya dan suku yang berbeda. Oleh karena itu, jangan selalu memaksa orang lain untuk selalu mengerti dan memahami latar belakang budaya dan suku kita.

  • Membangun Komunikasi

Funatic, jangan takut berbicara dengan orang yang berasal dari latar belakang budaya yang berbeda dengan kita. Justru hal hal yang berbeda itu akan menarik untuk dibicarakan. Hubungan yang baik akan terjalin antara Funatic dan berbagai teman ketika sudah sampai pada titik dimana kalian nyaman berbicara satu sama lain. 

  • Jangan Cepat Menilai Sesuatu

Terkadang stereotip yang berkembang di tengah masyarakat, seperti orang Batak suaranya keras, orang Minang senang berjualan, dan lain lain. Stereotip seperti ini membuat kita dengan cepat menilai seseorang. Padahal belum tentu stereotip itu berlaku bagi semua orang yang memiliki latar belakang budaya tersebut.  Funatic perlu kenal lebih dalam lagi, agar tidak memberikan penilaian yang salah.

Itu dia Funatic, empat tips dalam menjaga persatuan di tengah perbedaan yang bisa Funatic lakukan. Tetap berteman dan menjaga persaudaraan, funatic!

    Leave Your Comment Here