Trend Fast Fashion dan Risikonya

Ditulis oleh: Velycia Debora | Disunting oleh: Esra Julianti O

Hai Funatic! How are you guys doing? Is everything alright? Semoga kita semua dalam keadaan baik ya. Kalau ngomongin tentang fashion, apakah funatic pernah mendengar istilah “Fast Fashion”? Atau belum pernah mendengarnya sama sekali? Disini kita akan bahas mengenai fast fashion and it’s impact on the environment. 

First of all, Funatic pasti sudah tidak asing dong mendengar tentang brand-brand fashion yang ada? What fashion brand do you like the most? Zara? Uniqlo? H&M? Stradivarius?  Mungkin kalian bingung kenapa brand-brand ini di-mention. Yup, semua brand yang disebutkan tadi masuk dalam kategori fast fashion. Sebenarnya apa sih arti dari fast fashion

Fast Fashion adalah istilah yang digunakan dalam industri fashion yang memiliki harga yang terjangkau, trendy, tetapi menggunakan bahan baku yang kualitasnya kurang baik. Historically, fashion adalah produk yang mahal karena dibuat dengan tangan secara detail dan hal ini yang membuat tidak semua kalangan bisa membelinya. 1980, saat revolusi industri berlangsung, fashion pun ikut berubah dan melahirkan fast fashion. Biasanya fashion hanya dipakai oleh kalangan atas saja, sekarang banyak produsen yang mulai membuatnya menjadi toko-toko di jalanan demi memenuhi permintaan para konsumen. So, customer bisa mengikuti trend dengan harga yang terjangkau. Akibat selalu mengikuti trend maka baju bajunya akan terbuang setelah beberapa tahun, hal inilah yang menyebabkan sistem produksi berlebih. Oleh karena itu, dengan konsumsi yang berlebih juga dapat menjadikan bumi yang kita sayangi tercemar. Ternyata separah ini ya Funatic akibat dari munculnya fast fashion, do you guys agree with me

Setelah membaca fakta diatas, apakah Funatic bisa mengetahui impact dari fast fashion untuk sekarang maupun dimasa depan. I will let you guys know! Industri ini memakai konsep produksi yang massal. Dalam produksinya, fast fashion brands memakai bahan kimia yang beracun, pewarna yang berbahaya, dan kain sintetis yang akan mencemarkan persediaan air. Selain merusak environment, kesehatan manusia juga terkena dampaknya, hal ini terjadi karena tuntutan yang harus terus menerus memproduksi dengan jumlah yang banyak. Based on Planet Aid site, setiap tahunnya di Amerika Serikat ada 11 juta ton pakaian yang dibuang dan akan sulit untuk terurai mengingat bahan yang digunakan. 

Geez! Ternyata tidak hanya merusak lingkungan saja, tetapi juga pelanggaran hak asasi manusia. Fast fashion mempengaruhi kesehatan para pekerjanya juga loh, bahan kimia yang digunakan bisa berakibat kanker dan penyakit pernapasan jika terus terpapar. Melihat risiko yang ditanggung sangat tinggi tetapi jam kerja bahkan gaji yang mereka dapatkan tidak sebanding akibat kurangnya sumber daya manusia, pelecehan fisik pun juga kerap didapatkan oleh para pekerja. Well do you guys know about H&M, became the subject of violating human rights? H&M merupakan salah satu fast fashion brand yang terkenal dan memiliki banyak pabrik di Asia. Menurut Global Labor Justice, untuk memenuhi deadline produksinya menyebabkan perempuan yang bekerja di pabrik mengalami pelecehan seksual dan fisik. Dilansir dari The World, banyaknya laporan yang diyakini berasal dari Bangladesh, Kamboja, India, Indonesia, dan Sri Lanka, pelecehan yang terjadi sudah sangat sering dialami pekerja perempuan untuk memenuhi target yang tidak manusiawi. H&M menargetkan produksi yang tidak masuk akal dan kontrak underbid, yang membuat para buruh harus lembur tanpa bayaran dan bekerja dibawah tekanan. 

So, what’s Funatic think? Apakah kamu berpikir ini hal biasa dan dapat ditoleransi? Anyway, semua fakta yang ada di atas bukan untuk melarangmu membeli brand favorite mu ya, tapi kamu bisa tetap kontribusi menyelamatkan dunia kita dengan langkah-langkah sederhana terlebih dahulu, salah satunya mengganti gaya hidup yang sebelumnya impulse buying menjadi mindful buying. Overall, let’s not be ignorant people about our environment, start to be responsible with our earth by taking care of our fashion style. See you again, Funatic!

    Leave Your Comment Here